Friday, September 8, 2017

Kelanting Bisa Jadi Peluang Bisnis

46 comments



Kelanting snack tradsional yang bisa jadi peluang bisnis. Kenapa malu mengakui snack tradsional kalau suka, ya suka aja. Meski banyak snack modern yang kekinian ditawarkan toh belum tentu sesuai dengan selera lidah kita. Ah! Aku mau share sedikit tentang kelanting yang bisa jadi peluang bisnis, siapa tahu ini ada manfaatnya. Ok sahabat mayaku I'm glad to share it may be useful .... "jangan terkecoh ini menggunakan google terjemahan"

Kelanting adalah semacam makanan ringan yang terbuat dari singkong. Rasanya gurih dengan rasa bumbu seperti ketumbar dan bawang putih. Kelanting sangat cocok sebagai teman minum teh dalam segala suasana.

Harganya sangat terjangkau alias murah meriah. Kita bisa membelinya dalam kemasan yang sudah dikemas, biasanya ada yang 1 kilogram dengan harga Rp. 25.000 - Rp. 30. 000,- ada juga yang dikemas 1/2 kilogram, bagi pembeli yang diperuntukkan untuk dijual lagi bisa membeli dengan partai besar loh! *Kelanting bisa jadi peluang bisnis ternyata.

Saat bersantai bersama keluarga atau sekedar bersantai ria bersama teman kelanting ini sangat cocok. Nggk perlu malu, meskipun ini tergolong snack tradisional, sudah banyak yang mengakui kelanting ini dari rasanya yang gurih, renyah dan asyik saat menikmatinya. Oh ia, nikmat juga sebagai lalap makan nasi sebagai pengganti kerupuk. Nggak percaya? Coba deh, pasti suka ...

Kelanting bisa jadi peluang bisnis terbukti ada seorang pengusaha kelanting dari Kabupaten Pringsewu. Kabupaten Pringsewu adalah hasil pemekaran dari Kabupaten Tanggamus pada 29 Oktober 2008 salah satu kabupaten yang ada di propinsi Lampung. Beliau bernama Bambang Robbani. Pak Bambang Robbani ini lebih dikenal dengan panggilan Robbani.

Kelanting bisa jadi peluang bisnis juga menyerap tenaga kerja, pak Robbani dengan usaha kelantingnya yang sudah ia rintis sejak tahun 2001, meski menemukan kendala dalam perjalanan bisnisnya saat ini pak Robbani sudah mempekerjakan karyawan 72 orang untuk membantunya memproduksi kelanting. Baik sebagai pengupas singkongnya, sebagai pencuci singkong, pembuat getuk singkong yang kemudian dijadikan kelanting, bahkan bagian pengeringan/menjemur hingga menggoreng dan mengemas dikerjakan oleh karyawannya sekarang.



Pak Robbani sangat memperhatikan mutu, rasa dan kwalitas dari kelantingnya. Jadi ia tidak sembarangan dengan bahan baku yang ia gunakan. Sudah sangat selayaknya bila penjualannya sudah meluas keluar dari daerah Lampung, seperti Batam, bahkan kelating pak Robbani ini sudah ada yang memesan loh untuk pemasaran di Pulau Jawa.
Waw! Ternyata snack tradsional tetap banyak penggemarnya ya ....

Kelanting bisa jadi peluang bisnis, meskipun saat ini pak Robbani belum ada kerja sama khusus dengan petani singkong, tapi bahan baku untuk membuat kelanting ini selalu ada, hal itu karena setiap panen singkong, petani singkong yang singkongnya enak sudah tahu tempat menjualnya, yaitu ke pak Robbani. Kebutuhan singkong untuk bahan baku kelanting bisa menghabiskan 1 ton singkong mentah dalam sehari.

Nah, bagaimana? Tertarik untuk memulai bisnis?

If You Enjoyed This, Take 5 Seconds To Share It

46 comments:

  1. Enak nih dimakan bareng bakso, hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya emang enak
      pernah juga makan kelanting bareng makan bakso hehe

      Delete
    2. dimakan bareng mie ayam juga enak mbak maya.... hehehe

      Delete
    3. wah, aku harus coba nih, biasanya mie ayam jam segini lewat depan rumahku
      hehe

      Delete
  2. lah kok bisa ngpas ya, nih baru aja makan pagi dibarengi dengan kelanting, emang lebih renyah dan gurih dibandingkan teman makan pake kerupuk mah...peluang banget sih emang

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah loh, kok bisa ngepas nyolong di dapur maya ya hehe becanda
      jadi enakan kelanting ya
      semoga bisa menjadi inspirasi yg sedang mencari-cari peluang bisnis

      Delete
    2. peluang sudah diketahui, inspirasi sudah banyak....tapi mulai beraksinya nggak pernah...ya udah..ngblog ajah terus selamanya....huh

      Delete
    3. Yaelah, jalan rezeki orang beda-beda atuh Mang
      saya bagian yang beli produknya hehe ...

      Delete
    4. hati hati sama yang pake topi

      Delete
  3. referensi bagi yang mau membuka usaha, makasih sist infonya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh juga
      Ok bro sama-sama
      Semoga ada manfaatnys

      Delete
  4. etamah krupuk apa rengginang, klu ditempt saya krupuk mbak, enak tuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Duh! Kang Ajay, etamah lain kerupuk eta gelang-gelang dari kelantang hehe
      kelanting

      Delete
  5. Ditempat saya banyak yaang nyebut keripik. Cocok untuk teman makan oseng oseng kangkung. Kalau didaerah jawa saya lupa namanya cuma bahan bakunya juga dari singkong kalau dimakan agak sedikit keras hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah beda daerah beda nama ya, makan nasi tumis kangkung lalap kelanting atau keripik hem enak rasanya hehe
      keras? Nggk ini renyah mungkin beda ya

      Delete
  6. dari kerupuk yang sering kita makan setiap hari, ternyata banyak juga pekerjanya ya... bagaimana nasip mereka kalo kita ga makan kerupuk lagi??

    *bur buru beli kerupuk*

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah itu, hayo borong
      yang bagian produksi ada
      yang bagian beli-beli harus ada juga

      Delete
  7. Cocok untuk teman makan yang berkuah, jadi kalau ada yang keras bisa jadi empuk nie kelanting..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin zaman dulu kelanting keras tidak renyah, tapi sekarang beda kelantingnya renyah loh
      eh tapi buat yg bermasalah dengan gigi ide bagus tuh direndam dulu supaya lebih lunak

      Delete
  8. Hebat, bisa menjadi pengusaha sukses, bisa menciptakan lapangan kerja. Kelanting atau mlamting ,sebenarnya makanan khas kebumen ya ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yah begitulah tampaknya
      kelanting khas Kebumen? bisa jadi
      pernah ada candaan juga sih kelanting ini disebut ciki jawa, mungkin emang berasal dari daerah Jawa tepatnya aku tidak tahu

      Delete
  9. saya baru dengar makanan ini, kelanting. Kok bentuknya kayaknya seperti kerupuk gitu ya bumay.

    ReplyDelete
  10. bentuknya seperti gelang atau anting, mungkin itu sebabnya diberi nama kelanting

    ReplyDelete
  11. Saya juga baru tau kelanting ini setelah baca tulisan mbak Maya. Sepertinya enak dijadikan teman di setiap waktu makan. Terima kasih atas sharingnya mbak Maya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh gitu, semoga kelanting ini bisa lebih dikenal luas lagi

      Delete
  12. bentuknya lucu
    tapi kelihatannya enak
    ah mau

    ReplyDelete
    Replies
    1. bentuknya melingkar seperti gelang, ada juga yg berbentuk angka delapan

      Delete
  13. Aku tau ini makanan :D enak rasanya jadi pengen beli awkwk :D kalau untuk memulai bisnis saya juga pengen.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kirain bakal malu mengakui, hehe nggak becanda iya renyah gurih nggk bosenin buat ngiseng
      coba bisnis siapa tahu hoki Eny

      Delete
  14. Betul mbak Mhay meski hanya makanan ringan kalau kita telaten mungkin untuk dijadikan bisnis atau usaha makanan ringan memang cukup menjanjikan Kelanting ini yaa!!..

    Dan kelebihan Kelanting juga bisa buat cemilan atau makanan ringan kala kumpul dengan sahabat atau pun keluarga..😊😊😃

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah yang hobi bisnis datang hehe ... apapun judulya bisnis butuh ketekunan dan kesabaran

      iya cemilan murah meriah yang asyik yang rame-rame

      Delete
  15. Kelating? Kayaknya pernah dengar nama makanan trasional ini! Kalau enggak salah waktu mertamu di rumah orang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa ia bisa juga bukan mas Jeni mungkin serupa tapi tak sama
      maklumlah ini masih tergolong snack kampung orang kota jarang yang tahu dengan snack ini

      Delete
  16. Aku penggemar klanting mbak Maya,hehe kalau di daerah kami namanya klethik hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hore tosss dulu donk hehe
      asyiiik nih kalau buat online sambil ngeteh
      ya ada temenku yg bilang gitu ditambah akhiran "an" jadi kletikan

      Delete
  17. apa pun usaha dan bisnis yang di tekunin suatu saat pasti mendapat berkah dan hasil. begitu pula halnya soal kuliner ataupun mengembangan usaha rumahan seperti bikin Kelanting ini ya mabkyu.....semoga kegigihan ke uletan Pak Robban nular ke saya...amin

    ReplyDelete
    Replies
    1. yoii setuju, gagal itu biasa
      mampu untuk terus berjuang itu luar biasa
      aamiin semoga sukses pak Asnaji

      Delete
  18. Boleh dicoba nih usaha buat klantingnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau berminat
      mencoba kenapa tidak

      Delete
  19. Wih benner ternyata, orang Indonesia tuh pandai meliahat peluang, wah kayanya seru mba kalo kelanting lebih diseriusin.

    Apalagi ditambah dengan inovasi inovasi rasa misalnya, asal jangan rasa rindu sama mantan aja xD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, Banyak orang Indonesia yang luar biasa

      Hehe, inovasi memang diperlukan utk mendapatkan yg istimewa
      Rasa rindu sama mantan boleh saja toh sekedar rindu saja

      Delete
  20. Kenapa harus malu dengan camilan tradisional? Justru saat ini yg tradisional itu yg sangat menjanjikan jika dijadikan peluang bisnis. Di kotaku, banyak sekali berjajar lapak di pinggir jalan raya, yg menjual berbagai macam camilan tradisonal khas kota tuban.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju yang tradisional tetap primadona baik di kota maupun di desa

      Tuban hebat donk
      Kapan-kapan aku harus hadir di sana

      Delete
  21. Pengen cobain kelanting nya pak robbani, siapa tau cocok rasanya dan bisa di jual lagi kak :D

    ReplyDelete

Terima kasih untuk kehadirannya di blog Maya salam hangat dan persahabatan selalu