Saturday, August 12, 2017

Menikmati Perihnya Perpisahan

51 comments

Menikmati Perihnya Perpisahan

Mari berpuisi. Sebenarnya dari judulnya saja sudah mengungkapkan isi dari puisi dengan jelas. Tak apalah kucoba menjelaskan sedikit maksud dari puii ini. Ini puisi cinta yang berakhir dengan perpisahan. Cinta bisa hadir pada siapun dan dimanapun. Walau sekian lama memadu cinta, namun pada akhirnya tak ada yang bisa menolak ketentuan dari-Nya.
"Cinta tak selamanya mesti bersatu bagai bayang-bayang dengan badanku" begitu petikan lirik lagu. Puisi ini mendapat gelar "menikmati perihnya perpisahan" yang bisa juga diartikan menerima perpisahan dengan ikhlas tanpa dendam.
Puisi ini juga mengungkapkan meski tidak bersatu dalam ikatan suci namun tetap menjaga silaturahmi berdamai dengan keadaan dengan tetap saling menyapa dan mendoakan.

Mari kita simak puisi ini dengan bahasa yang sederhana dan mudah untuk dicerna.

Menikmati Perihnya Perpisahan


Heningnya malam terhanyutku dalam lamunan
Menerawang ke masa silam indah dalam kenang
Kau hiasi heningnya akan cumbu melenaku
Gurauan yang kan tersimpan ada disejarah hidupku
Kita lupa tentang sakitnya perpisahan

Perlahan kita saling menjauh
Tak ada lagi yang menghiasi sapa malam silih berganti
Merelakan tenggelamnya kebahagiaan yang selalu ingin kita jemput
Kita memilih membangun tembok yang terus meninggi
Membungkam setiap cerita yang kerap ingin dibagi
Kita mulai menikmati perihnya perpisahan

Saat kelopak hari kembali merekah
Hanya mampu membisikkan nama
Tak terdengar oleh jiwa yang kian menelan pahitnya rindu
Helai-helai cerita mulai terputus
Dan membisu
Kita mulai menikmati perihnya perpisahan

Bukan karena benci ini terjadi
Menyadari tak mungkin mewujud hasrat
Relakan menutup cerita
Mimpi indah usai sudah
Rajut kasih tetap terbina
Walau mengubah rangkaian cerita
Kita biarkan genggaman terlepas
Berikan jemari pada yang mengikat cinta
Karena takdir dari Nya
Tak ada yang kuasa menolaknya

Kita mulai menikmati perihnya perpisahan
Tetap mengukir senyum di setiap kokok ayam yang membuka hari
Ada sapa rindu dalam doa-doa yang terlahir

Jangan mencari siapa yang mengawali
Karena rasa lahir begitu saja
Padamu
Juga
Padaku
Tersenyumlah
Berdamailah
Kita sama-sama menikmati perihnya perpisahan
Tanpa dendam yang membakar hati

Buat yang pernah mengalami, "jangan musuhan sama mantan, hehe ...." Terima kasih sudah menyimak puisi ini. Hanyalah rangkaian aksara yang disusun menjadi kalimaat sederhana. Tiada maksud merasa bisa, tapi hanya menepis resah kala hening mengetuk rasa. Wassallam.
If You Enjoyed This, Take 5 Seconds To Share It

51 comments:

  1. Puisinya dalem dan bagus mbak, memang tak baik musuhan dengan mantan karena rasa itu hadir begitu saja. Tapi kadang namanya manusia jadi kalo pisahan malah musuhan dengan mantan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu sangat manusiawi dan biasa terjadi, justru yang jarang terjadi itu baru luar biasa

      Delete
  2. Perpisahan yg baik tidak menyimpan dendam dikemudian hari

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul, lebih baik lagi doakan yang terbaik. Weh keren tuh

      Delete
  3. kemarin baru perpisahan sama sensei.. dia pulang ke jepang dan nggak balik indo lagi.. huhuhuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh berpisah karena pulang ke Jepang, ada kenangan yang tinggalkan dong hehe

      Delete
  4. Perpisahan memang perih, tapi itulah realita kehidupan, ada pertemuan pasti ada perpisahan, semua hrus kita jalani dengan penuh kepasrahan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, tak ada yang abadi di dunia ini. Alasan perpisahan pun beragam. Bahkan ada yang berpisah pergi ke alam keabadian. Perihnya ....

      Delete
  5. keren dh kalo ada yg bisa menikmati perihnya pwepisahan .. bawa'anya nagis kalo perpisahan, kalo gak nangis ya berkaca-kaca .. aku paling sering perpisahan dg temen kerja, karna kerja juga pindah-pindah, kalo kerja'an udh selesei pasti perpisahan dg temen, gak tau kapan bisa ktmu lagi, dan mungkin gak akn bisa ketmu lagi .. curhat dikit:D

    ReplyDelete
    Replies
    1. perpisahan memang meninggalkan kesedihan, tapi kehidupan harus berlangsung
      curhat kadang mampu melegakan perasaan

      Delete
  6. haduh lagi nganu malah disuguhi puisi kayak gini ntar nambah nyesek lagi kalau baca hahah sekedar mengingagkan itu ada yang kurang hurufnya di kalimat puii dibagian awal awal coba cek

    ReplyDelete
  7. haduh lagi nganu malah disuguhi puisi kayak gini ntar nambah nyesek lagi kalau baca hahah sekedar mengingagkan itu ada yang kurang hurufnya di kalimat puii dibagian awal awal coba cek

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah kamu teliti banget ya hehe ... kecolongan nih. Terima kasih nanti diperbaiki
      waduh nganu itu apa sih? Nyuwon sewu bercanda

      Delete
  8. Perpisahan bukanlah akhir dari mencintai..karena cinta akan menetap dihati sang pencinta..begitulah derita sang pencinta..hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena itu janganlah membencinya, setragis apapun perpisahan jangan jadikan alasan untuk menghadirkan kebencian,
      ngomong santai aja sob ...

      Delete
    2. Maya : iya bener banget. Tapi kadang dikiranya belum move on, padahal wajar toh. Kalau masih sayang
      Mang lembu : jadi gini, nah gitu

      Delete
    3. Hehe, masih sayang tapi harus berpisah ini emang bisa membuat susah move on, wajar dong apalagi sudah banyak mengukir cerita yang indah-indah, nikmati saja prosesnya percaya waktu akan menjawabnya sambil terus menyibukkan diri dengan aktifitas positif yang membuat hati senang

      Delete
  9. Aku gak pernah musuhan sama mantan mbak, karena gak punya mantan. Hehe

    Tapi dari yang saya liat sih walau kita gak ingin musuhan tapi dianya yang musuhin kita hehe

    Mungkin ada baiknya kalau main cinta2an jangan terlalu serius kali ya, cinta 60% aja mungkin supaya kalau berpisah gak telalu perih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hem, semoga langgeng kalo gitu hehe

      Karena dia adalah manusia biasa, biarkan ia menjalani prosesnya

      Jangan bermain api kan terbakar nanti, jgn katan cinta kalau cuma iseng saja hehe

      Delete
  10. semakin lama waktu berpisah semakin mesra nanti saat ketemuan mbak....'

    saya sering lakukan hal ini lho...tapi puisinya boleh lah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gitu ya? Jadi ingat lirik lagu hehe
      tapi, puisi ini beda cerita ya, meski berpisah tapi tetap saling kontak dengan suasana yang beda

      Delete
  11. Ada pertemuan pasti ada perpisahan, dan itu sudah sesuai dengan hukum alam.

    Berpisah boleh saja, semuanya adalah pilihan kita yg menjalani.
    Dan suatu saat nanti kita pun akan berpisah dengan jasad yang kita anggap ini cantik atau tampan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Allah ciptakan pertemuan dan Allah juga citakan perpisahan agar kita tahu bahagianya saat bersama dan bagaimana kita bersabar saat berpisah

      Bila berpisah sudah menjadi kehendak-Nya maka itulah yang akan terjadi, termasuk berpisahnya jiwa dari raga

      Delete
  12. untungnya saya mah nggak pernah punya mantan, coalnya sebelum sidia minta putus udah tak tinggalin tanpapesan, jadi ketika ketemuan lagi masih bisa melanjutkan...gituh


    kerenkan saya ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siapa sih yang nggk tahu Mang Lembu? Orang keren ngaku sendiri hehe ...
      Boleh tuh triknya Mang Lembu teh, biar nggk punya mantan "tinggalkan sementara sebelum ngambek" hehe ...

      Delete
    2. Kalo yang ini sih kelitan belangnya, cuma bukan hidungnya yang belang, tapi pantatnya, hahahaha

      Delete
  13. Ada pertemuan ada juga perpisahan, yang penting jangan mewek

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayaknya kalau berpisah nggk bisa nggk mewek, soalnya dari kemarin bawaannya melow gitu sih hiks ...

      Delete
  14. kalau mendengar kata perpisahan bawaannya baper mulu nih mbak, kan jadi keinget mantan,,, #tsahh XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe, meskipun mantan masih boleh diingat yah sekedar mengingat tidak ada yang salahkan? tsaaaahh ...

      Delete
  15. Perpisahan memang tidak nikmat tapi bagaimana lagi, kita harus menikmatinya saja biar tidak menjadi beban :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. That no pleasure should be enjoyed, it could be the best for us
      terima kasih 😀

      Delete
  16. ehem...ehem... jangan musuhan ya mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya dong, damai itu indah *sambil nyodorin air minum hehe

      Delete
  17. puisinya nusuk juga wkwk memang sih tiap pertemuan pasti ada perpisahan jadi harus diterima dengan hati yang lapang hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. meski nyesek ya hehe ... karena sesuatu yang dipaksakan kadang lebih nyesek

      Delete
  18. Kok sedih ya :( padahal ga punya mantan wkwkwk :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kok sedih, yang punya mantan aja nggk sedih hehe ...

      Delete
    2. Wah jadi ingat masa lalu.Indah kata2nya Mba Maya...

      Delete
    3. mungkin puisi ini juga efek ingat masa lalu hehe

      Delete
  19. puisinya bagus bagus mbak, tapi malam ini, kok tentang perpisahan mbak? heheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. mngkn pengalaman yg punya blog, mas

      Delete
    2. bisa jadi mas budy, n pengalaman masing masing pembaca , hehehe

      Delete
  20. saya jadi sedih bacanya. siapa nih yg tanggung jawab klo saya sampai menangis?

    ReplyDelete
    Replies
    1. supaya tidak ada yang perlu bertanggung jawab, ya nggk jadi aja nangisnya 😀

      Delete
  21. Mantanku udah jadi kayak saudara semua Mbak hehehe. emang harus akur deh apapun yg terjadi hanyalah kisah lalu

    ReplyDelete
  22. Kita sama-sama menikmati perihnya perpisahan, mungkin karena saat itu kita lupa. Meletakkan sedikit bawang pada cerita, hingga perihnya menular pada mata. Yah, nangis deh. Hehe

    ReplyDelete

Terima kasih untuk kehadirannya di blog Maya salam hangat dan persahabatan selalu