Saturday, August 26, 2017

Memeras Rindu Sendiri

31 comments

Hai!

Memeras rindu sendiri judul puisi mayaku kali ini.
Aku kembali hadir dengan puisi mayaku, semoga tak bosan ya ....
Mungkin untuk sebagian orang puisi bukan sesuatu yang menarik, tapi bagiku puisi sangat menarik dan menyenangkan. Tidak sedikit orang yang gemar menulis puisi memilih berhenti menulis puisi karena cibiran atau komentar pedas yang tidak sedap di dengar.

Asyiknya berpuisi apa sih?

Kalau aku memang bukan ahli sastra, hanya sekedar gemar menulis puisi. Asyiknya menulis puisi kita menuangkan kata-kata dengan berimajenasi seolah berada dalam situasi atau ruang sehingga kita mampu melahirkannya ke dalam rangkaian kalimat sesuai dengan kekuatan imajenasi liar kita.

Menulis puisi dengan hati agar ada ruh dalam puisi yang kita buat. Kekuatan ruh yang kita tuangkan dalam rangkaian kalimat membuat puisi yang tercipta seolah perjalanan hidup kita, tapi yang membaca juga sangat mendukung untuk mendapatkan rasa yang ada dalam puisi.
Begitu yang bisa aku katakan tentang puisi.

Dah yuk, sekarang kita lanjut ke puisi yang aku buat. Judulnya Memeras Rindu Sendiri. Ini puisi sederhana sangat mudah dipahami. Ini tentang rindu yang tak bisa bertemu meskipun sama-sama saling rindu. Sedih ya .... Tenang ini hanyalah rangkaian kata.



Memeras Rindu Sendiri


Hening yang merajai malam ini
Kubalur rindu lewat bayangmu yang menghampiri
Memeras rindu sendiri
Terasa perih itu pasti

Detak malam begitu lambat menepi
Lirih hati memanggilmu kekasih hati
Mungkin engkau tengah bermimpi
Melupakan semua yang pernah terjadi
Disini aku memeras rindu sendiri
Ada perih menggores hati

Gigil malam menyengat sendi
Diantara dinding putih yang kian sunyi
Semua pintu telah terkunci
Tak ada arah yang dapat kutiti
Agar aku tak memeras rindu sendiri

Dengkur malam mencekam hati
Perih ini kapan terobati
Rindu ini kapan terlengkapi
Sedang waktu perlahan pergi
Kian jauh membawa keping hati ini
Kemana aku mencari
Duhai engkau pemikat hati

Dalam lelap malam yang sunyi
Mata tak juga terpejam membelai mimpi
Sungguh ingin berlari
Menghapus semua jelajah hati
Kemana aku sembunyi
Bayangmu selalu hadir mengintai diri

Malam merayap lambat menepi
Aku masih tergugu menanti pagi
Asaku esok kau datang menyapa lagi
Walau sekedar basa basi
Bagiku cukup menghibur hati
Biarkan aku memeras rindu sendiri
Ku tahu engkaupun sama menelan sepi

~~~%%%~~~


Ok, inilah puisiku yang berjudul Memeras Rindu Sendiri. Buat kamu yang merasa dan mengalami, sabar ya percayalah ada rencana Allah yang indah di balik semua ini. Nikmati hidup ini karena kamu berhak untuk bahagia. Syukuri hidup ini karena ada banyak nikmat yang telah Allah anugerahkan pada kita. Jalani hidup ini karena setiap masalah pasti ada solusi. Tetap tersenyum karena senyum adalah bahasa indah yang membuat kamu awet muda dan mampu menularkan kebahagiaan pada orang-orang sekitarmu. Semangat ya esokkan masih ada. Salam santunku untukmu sahabat mayaku sampai jumpa di puisi yang akan datang. Inshaallah.

If You Enjoyed This, Take 5 Seconds To Share It

31 comments:

  1. semua akan indah pada waktunya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin
      Tetap berprasangka baik pada-Nya
      selamat pagi

      Delete
  2. Puisinya bagus banget kak.

    Btw landing page di bawah postingan sama persis dengan punyaku hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mas Hadi, bukan mahir sebatas gemar menulis puisi saja
      Oh iya aku udah lihat di blog mas Hadi, kalau nggk bisa buat yang begituan, itu mas Jeni yang buatkan sekaligus memasangkannya di blog jejak mayaku

      Delete
  3. ini rindu yang tak tertahankan ya mbak, seperti dulu saat aku kehilangan ibu, sampai skrg suka masih memeras rindu, supaya rindunya hilang hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini rindu tak tertahan yang indah sista, karena sama-sama saling merindukan hehe ...
      Semoga ibunda sll bahagia sist

      Delete
  4. puisi yang berakhiran vokal yang sama enak dibacanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. ia sengaja di cari yg berakhiran vokal yg sama, tp diusahakan tetap harmoni dg maknanya

      Delete
  5. semua orang beda2 kalau emang senang dan memang itu bukan hal negatif lanjutkan saja kan ya

    wah puisinya benar benar Kata2nya memeras hati saya ini wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya sangat menghormati dan menghargai pendapat org lain, perbedaan itu adalah suatu keindahan bukan untuk dipertentangkan
      ini puisi rindu semua tentu pernah mengalami rindu pada siapapun itu

      Delete
  6. judul puisinya Memeras Rindu Sendiri ...kok bisa gitu sih mabkyu..?
    emang mbak maya lagi ada seseorang yang lagi di rindukan ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. agak nyenggol nyenggol puisinya dikit, emang sih jika seseorang yang lagi mengalami rasa rindu, nanti pada saat ketemu ..wah pasti bahagia campur sayang berkecambuk jadi satu...katanya...!

      Delete
    2. @Trikpos
      Deviasi kata agar lebih padat maknanya dalam puisi itu biasa terjadi
      Ia rindu seseorang yg sekarang jg sdg merindu *becanda cuma puisi saja

      Delete
    3. @Asnajics
      "semakin lama semakin mesra saat berjumpa" gitu kata lagunya
      Nyenggol dikit nggk bikin jatuh hehe

      Delete
  7. ni puisi dojadiin lirik lagu bagus:D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin, saya nggk terpikir sama sekali sampai ke lirik lagu
      mengalir saja

      Delete
  8. Puisi memang bisa mengungkapkan segala perasaan, baik pahit maupun senang.

    Kalau memeras rindu berarti sedang merasa kangen..!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Paling manis curhat lewat puisi, meski rasanya pahit bikin fress di hati
      Seperti kopi pahit aman di lambung dan imajenasi liar buat semangat menulis artikel
      Ia rindu dan kangen dua kata satu arti yg sama

      Delete
  9. Kebaikan akan datang, bila kita menanam benih kebaikan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. dan kebaikan akan datang pada yang menunggu dengan sabar dan berusaha

      Delete
    2. sabar itu pahit dan sulit, tp indah dan manis melebihi manisnya madu

      Delete
  10. aku gak bisa berpusi
    suka berpantun aja
    btw rindu itu memang menyesakkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pantun juga asyik, tak coba nih :

      Ada burung di atas pohon randu
      Kicaunya indah menghibur hati
      Kalau rindu katakan rindu
      Jangan disimpan di dalam hati

      tuh jadi pantunku hehe

      Delete
  11. kenapa rindunya harus diperas Mbak... ? apa susah keluar rindunya...hehehe.

    ohy Mbak Iklan Adsensenya yang paling bawah sebaiknya ditempatkan di atas popular post...agar lebih cepat kelihatan oleh pembaca yang mengunakan dekstop dan iklan untuk didalam artikel coba dech dipasang.

    gampang kok masangnya..biar penghasilannya bertambah..ohy kalau boleh tahu Pageviews harian berapa yach Mbak ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. karena rindunya sulit mewujud temu

      terima kasih sarannya
      pageviews lumayan beragam, yg pasti saya senang

      Delete
  12. lirik puisinya bagus dan menyentuh, ibarat orang rindu tambah makin rindu hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih
      Ini puisi sederhana, mencoba memadu padan kata

      Delete
  13. "Malam ini mata enggan terpejam memandang wajah yang kurindukan, malam ini kucuhrahkan semua segala hasrat yang terpendam"......

    Lagu itu mah mbak Mhay ������

    Yaa! bicara soal peras rindu bagi aku , akan lebih baik kalau kita tuangkan semua rasa rindu yang terpendam dengan cara atau bentuk apa pun yang menurut kita baik serta menyenangkan..termasuk dalam karya seperti tulisan diatas.. ������

    Bagus puisinya mbak Mhay. Aku hafalin aahh!! Buat modal ngerayu yang dirumah..������������

    ReplyDelete
    Replies
    1. penyaluran yang positif bisa lewat karya tulis-tulis gitu ya

      hapalin terus baca di depan yang tersayang dijamin klepek-klepek hehe

      Delete
  14. Saya jarang baca puisi, tapi yang ini kok berasa dalem banget sampai terpantik imajinasi saya hehe.
    Suka sama puisinya, terima kasih.

    ReplyDelete

Terima kasih untuk kehadirannya di blog Maya salam hangat dan persahabatan selalu