Thursday, March 16, 2017

Kisah Cinta Terindah Bag. 2

5 comments

Ini bagian pertama dari Kisah Cinta Terindah

Maka Abul 'Ash berkata, "adapun aku, maka aku tak suka jika manusia mengatakan bahwa aku merendahkan kaumnya, dan kufur kepada nenek moyangnya demi membuat ridha isterinya. Sedangkan ayahmu bukanlah orang yang diragukan apalagi pendusta. Zainab isteriku apakah engkau tidak menerima dan menghargai alasanku ini?"

Zainab menjawab, "siapa lagi yang akan memaklumi, kalau kau tidak memaklumi? Tapi aku isterimu, aku akan membantumu di atas kebenaran hingga engkau ditakdirkan di atasnya."

Lalu berjalanlah kisah cinta terindah antara Zainab dan suaminya Abul 'Ash, hari demi hari tahun demi tahun. Setelah 13 tahun, Rasulullah diperintahkan untuk hijrah ke Madinah.

Ini musibah bagi Zainab, dia akan kehilangan ayahnya dan saudara-saudarinya yang akan pergi ke Madinah. Zainab akan tinggal di Mekkah bersama suaminya. Hal ini sebelum turunnya perintah memisahkan dua pasang suami isteri yang berbeda agama.

Ketika permusuhan antara Rasulullah dan orang-orang Quraisy memanas, maka beredarlah pembicaraan. "celakalah kalian memikul kesalahan Muhammad dengan menikahkan pemuda-pemuda kalian dengan putri-putrinya. Maka bila kalian mengembalikan mereka kepadanya, maka pastilah dia akan kesal terhadap mereka dan kalian."

Yang lain menanggapi, "pendapat yang baik."

Lalu mereka menemui Abul 'Ash dan berkata, "ceraikanlsh isterimu wahai Abul 'Ash dan kembalikan Zainab ke rumah ayahnya. Kami akan menikahkanmu dengan wanita mulia Quraisy mana saja yang engkau kehendaki."

Abul 'Ash sangat mencintai Zainab dan menjawab, "tidak, sesungguhnya aku tidak akan menceraikan isteriku, dan aku tidak suka seluruh wanita dunia sebagai gantinya."

Sikap kepahlawanan ini berbeda dengan sikap suami Ruqayyah dan Ummu Kultsum. Keduanya telah diceraikan dan dibawa ke rumah Nabi dan beliau sangat berbahagia dengan dikembalikannya mereka berdua kepadanya. Dan beliau berharap agar seandainya Abul 'Ash melakukan seperti yang dilakukan oleh kedua temannya. Tetapi beliau tidak memiliki kekuatan untuk memaksanya akan hal itu.

Saat itu masih belum disyariatkan pengharaman pernikahan beda agama.

Zainab terus berada di Mekah hingga terjadi perang Badar. Abul 'Ash terpaksa keluar bersama kaumnya untuk berperang, padahal tidak ada keinginan pada dirinya untuk membunuh kaum muslimin.

Zainab sangat khawatir dengan suasana ini dimana suaminya akan memerangi ayahnya.

Zainab pun menangis dan berkata, "Ya Allah sesungguhnya aku khawatir dari satu hari yang matahari terbit dari tempat terbitnya, kemudian anakku menjadi yatim atau aku kehilangan ayahku."

Maka berperanglah Abul 'Ash bin ar-Rabi' beserta kaumnya dalam perang Badar melawan kaum muslimin.

Selesai perang dan Abul 'Ash tertawan. Maka pergilah Zainab mencari berita tentang suaminya di Mekkah.

Zainab bertanya, "Bagaimana keadaan ayahku?"

Maka diperoleh berita, "Kaum muslimin menang."

Zainab pun sujud syukur kepada Allah. Kemudian Zainab bertanya, "bagaimana keadaan suamiku?"

Mereka menjawab, "Abul 'Ash suamimu ditahan oleh mertuanya."

Pembaca kisah cinta terindah, siapa yang tak pilu mengetahui suami menjadi tawanan perang. Suami dalam tahanan ayah sendiri, ini dialami oleh Zainab putri Rasulullah.

Lalu Zainab berkata, "kirimkanlah tebusan bagi suamiku." Zainab saat itu tidak memiliki sesuatu apapun yang berharga yang dapat dijadikan tebusan bagi suaminya.

Zainab melepaskan kalung perhiasan yang menghiasi dadanya pemberian dari ibunya Sayyidah Khadijah dari lehernya.

Kalung tebusan itu dia kirimkan lewat saudara kandung Abul 'Ash bin ar-Rabi' yang pergi ke Madinah untuk menyerahkan tebusan suami Zainab.

Nabi sedang memperhatikan seluruh tebusan bagi masing-masing tawanan dan membebaskannya.

Ketika beliau melihat kalung Sayyidah Khadijah beliau bertanya, "ini tebusan siapa?"

"Mereka menjawab, "ini tebusan Abul 'Ash bin ar-Rabi."

Bersambung ......
If You Enjoyed This, Take 5 Seconds To Share It

5 comments:

  1. mungkin karena di bagian satu dalam kisah di atas masih kelihatan biasa2 aja.., jadi belum kelihatan kisah terindahnya.

    heem.., ternyata ini tho kelanjutan kisah cinta terindah itu.., kisah asyik dan menarik.., jadi pengin ngikuti kisah cinta terindah berikutnya.


    pas banget baca cerita ini sambil di temenin secangkir kopi.., hehe

    ngopi yuk.!

    ReplyDelete
  2. Tambah penasaran jadi bertanya-tanya apakah abul ash dibebaskan sebagai tawanan perang?

    ReplyDelete
  3. Haduh, masih bersambung. Makin penasaran
    .

    ReplyDelete
  4. sampai episod berapa nih Mbak Maya? kalung tebusn yg bikin penasaran..

    ReplyDelete
  5. Zainab memang taat kepada suami dan ini patut ditiru..

    Lanjutkan..!

    ReplyDelete

Terima kasih untuk kehadirannya di blog Maya salam hangat dan persahabatan selalu