Wednesday, March 29, 2017

Bahtera Subuh yang Karam

6 comments

Pelaut tua
Bahtera subuh yang karam
Walau sejenak oleng namun bergeming dari mimpi
Tentang camar-camar yang terdampar
Dan bermukim di pulau tua tak bertuan

Bahtera subuh yang terdampar
Sejenak terkesima
Akan pelaut tua yang hanyut merayu Cahaya
Lewat sajak doa yang tertata

Bahtera subuh yang karam
Sementara mercusuar pelayaran kian redup
Terombang-ambing oleh mentari pagi
Merobek layar bahtera subuh
Pelaut tua terus mengiba
Lewat doa-doa panjang
Merayu Cahaya
Dalam bahtera subuh yang karam

Ingin Mengenal Mu

Di ruang hening
Sementara jarum jam terus melingkar
Ku sebut cinta dalam jeda
Waktu yang terus memburu
Mungkin ini yang kusebut rindu
Pada Mu yang memberi tenang

Ingin aku mengenal Mu
Ingin aku memuja Mu
Lewat bait doa yang kurangkum
Menuntun rinduku kepada Mu
Luruhkan nestapa yang mengekangku

Senatiasa rindu ini menggodaku
Selalu ingin menyapa Mu
Dalam bait-bait syair gubahanku
Ku ikuti ruh penyesalan keluh kesahku kepada Mu

If You Enjoyed This, Take 5 Seconds To Share It

6 comments:

  1. Biarkan kuterus berpuisi
    Tentang rindu meradang hati
    Pintalan kata terangkai penuh makna
    Meski kau tiada pernah merasa

    Bulan merah di beranda malam
    Mengusik keindahan jingga senja
    Iringi kepulangan merpati mereguk diam
    Searah hati merindu bahagia

    Kau, perempuan berkalung melati
    Biarkan ku terus berpuisi
    Tentang malam merenda mimpi

    Teruslah jemarimu menari, tuangkan mimpi pada Bait2 sajak, bercerita tentang kerinduan akan bahagia. Yakinkan hati, mimpi-mimpi berubah nyata, hingga tawa tercipta, tanpa kesemuan

    Membaca langit, telah runtuh segala rasa.
    Menunggu purnama tak sempurna


    Padamu kupersembahkan langit yang masih lupa arah jalan pulang, hingga tiada purnama yang bisa kau temui saat ini.
    Tetapi percayalah, ketika rembulan perak menerangi hatimu, saat itu kau pun bahagia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih puisi yang indah

      meski dibuat dalam waktu yang singkat, aksara mengalir dan hanyut di dinding blog

      hehe

      Delete
  2. Puisi religi meski sulit untuk di urai dengan kalimat tapi bisa dipahami dengan logika

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya ini puisi religi, percakapan dan keluh kesah pada Nya

      Delete
  3. Kakak-kakak disini kelihatan mudah sekali membuat puisi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau saya tidak mudah, mungkin bagi @Jeni mudah
      hehe

      Delete

Terima kasih untuk kehadirannya di blog Maya salam hangat dan persahabatan selalu