Tuesday, February 14, 2017

Multivitamin yang Menyebalkan

21 comments

Multivitamin yang Menyebalkan

Kupaksakan mataku untuk terpejam. Aku gelisah keringat mengucur membasahi piyamaku. Wajah yang sangat menyeramkan terbayang jelas, aku takut sekali. Kamar ini terasa sangat mencengkam. Nafasku seakan tertahan, sesak, aku susah bernafas.

"Aaaaaaaaaahhhhhhh!!!!"

"Hai! Kau terbangun! Kenapa? Mimpi burukkah?"

"Aku takut!"

"Kenapa?"

"Wajah menyeramkan itu muncul dihadapanku!"

"Kau berhalusinasi?"

"Bukan ..., ini sangat nyata!" Nafasku tersengal-sengal. Aku duduk di tepi dipan. Botol air mineral yang terletak di meja segera ku ambil, aku menegukknya hingga tiga tegukan. Kerongkonganku terasa sangat kering, rasanya aku seperti habis berlari mengitari lapangan sepak bola.

Bagus mengambil hanphone miliknya yang terletak di sisi kirinya,"baru jam satu dini hari, ayolah kita kembali tidur, aku ngantuk sekali, hoaaaaamm."

Aku dan bagus menempati kamar kost ini baru dua hari. Ini adalah malam kedua kami tidur di kamar ini. Aku dan Bagus teman satu kampung, dengan persetujuan orang tua kami menempati kamar yang sama dengan alasan menghemat biaya ditambah lagi kami diterima di SMU yang sama.

Tiba-tiba bulu kudukku merinding rasa dingin yang menyergapku, aku menggigil ketakutan yang teramat sangat. Wajah yang menyeramkan dengan leher berlumuran darah melayang-layang dihadapanku, "Bagus, bangun dong aku takut, lihat wajah seram itu Gus...." Aku menelungkupkan wajahku kebantal. "Prang!!!!!!" Entah suara apa itu, aku tidak berani membuka mataku.

Sementara Bagus tertidur pulas, suara dengkurannya menambah suasana yang sangat mencengkam. Aku sangat cemas mengapa aku setakut ini, sebelumnya aku tidak pernah merasakan takut yang begini mengganguku. Peluh membasahiku tapi tubuhku mengigil, sesaat aku merasa ada yang menyentuhku, rasanya sangat dingin dan kaku, benda apa ini? Aku mencoba menggapai tubuh Bagus bermaksud menggugahnya agar terbangun. Tanganku terasa kaku sulit untuk digerakan seakan ada yang mengikatku. Aku meronta-ronta sekuat tenaga mencoba menggerakan seluruh tubuhku.

"Hai! Kau ini kenapa? Kau lupa ini ditempat tidur! Ayolah! Seperti anak kecil yang terlalu banyak bermain hingga terbawa saat tidur!" Suara Bagus dengan nada kesal.

"Itu Gus! Ada kepala yang melayang-layang, kau lihat itu seram sekali!" Suaraku sambil menggigil ketakutan.

"Ah! Kau ini ada-ada saja, mati lampu begini aku tidak bisa lihat apa-apa." Bagus bangkit dari tidurnya menghidupkan lampu emergency yang tergantung di dinding kamar. "Ada apa? Kenapa kau jadi penakut begini?!"

"Aku rasa kamar ini ada hantunya Gus!"

"Hantu?" Kau percaya hantu hahaha ...., sudah ah..., aku mau melanjutkan tidurku, baru jam empat nih!"

"Gus nggk usah tidur lagilah! Bentar lagi subuh!"

"Kau saja yang berjaga siapa tahu hantu itu datang lagi menghampirimu, besok kau ceritakan padaku." Bagus menarik selimutnya dan menyusupkan kepalanya kebawah bantal.

Entah bagaimana akhirnya aku bisa terlelap sampai Bagus membangunkanku, "Jak bangun! Sudah jam enam pagi, kita bisa terlambat ke sekolah!"

Dengan malas aku bangun dari tidur dan langsung menuju ke kamar mandi. Tubuhku terasa segar setelah mandi ku lihat Bagus sudah rapih dengan seragam sekolah dan sedang menikmati sarapan pagi yang disediakan ibu kost, "cepat Jak ..., itu sarapan pagimu."

Aku sedikit bergegas, "ah ..., ngantuknya!" Aku melihat multivitamin, "semalaman aku tidak bisa tidur sebaiknya aku minum saja untuk berjaga-jaga," pikirku. "Nanti saja kuberitahu Bagus," langsung ku telan multivitamin dan mengambil air mineral sisa semalam. Aku selesai bersiap dan langsung menikmati sarapan pagiku.

"Bisa kau percepat sarapan pagimu Jak! Kita berangkat!" Aku dengar Bagus berteriak sudah menghidupkan motornya.

Aku masih sempat mengunci pintu kamar sebelum naik motor. "Ah kau ini! Kita bisa terlambat kalau begini terus, berhentilah nonton televisi hingga larut malam, tidak baik untuk kesehatanmu."

Aku hanya diam, kepalaku terasa pusing. Aku melihat asap dimana-mana, tiba-tiba wajah orang-orang yang kulihat tampak menyeramkan seperti yang aku lihat semalam, melayang-layang di udara, wajah-wajah itu menyeringai amat membuatku takut. "Aaaaaaaaaaa .......!!" Aku menutup wajahku dengan kedua tanganku. Aku ingin berlari menghindar dari semua yang menyeramkan dihadapanku.

"Bisakah kau diam?! Kau membuat motor ini oleng! Kau mengganggu konsentrasiku menjalankan motor ini!"

"Aku pusing! Wajah seram itu muncul lagi, orang-orang itu semua berwajah seram." Aku mencengkram bahu Bagus dengan sangat erat. Beruntung kami cepat sampai di sekolah dengan aman.

"Hai, Jak kenapa matamu?" Andika menyambut kami.

"Jak semalaman tak bisa tidur!" Jawab Bagus sambil memakirkan motornya.

"Kepalaku pusing!"

Kami masuk kedalam ruang kelas. Aku menutup wajahku, aku takut dengan yang aku lihat. Teman-temanku berwajah menyeramkankan, "aaaaaahh ....." Aku berlari ke taman sekolah. Aku bermandi peluh badan ku menggigil. "Kau sakit?" Tanya Nety tiba-tiba muncul dihadapanku. "Pergilah! Aku tidak ingin melihatmu, mulutmu penuh darah ..., pergi ..., pergi ..!" Aku berlari ke arah kantor dewan guru.

Mely sedang mempersiapkan bahan praktek hari ini. "Apa ini?" Aku melihat baju seragamku berlumuran darah, aku tiba-tiba merasa sangat mual. Aku berlari menuju toilet, "hoek ..., hoek ..., hoek!" Isi lambungku terkuras habis, aku merasa sangat lemas. Aku melihat darah di wastafel.

Aku tak ingat apa yang terjadi. Badanku lemas, aku membuka mataku. Samar ku lihat Nety dan Mely ada di sisi kiri dan kananku. Ada Andika dan Jak berdiri di ujung kaki ku. Ada pak Madi duduk di kursi tak jauh dari kami.

"Syukurlah kau sudah sadar," suara Bagus memecah keheningan.

"Ah! Aku pikir aku telah membunuhmu, maaf bajumu terkena saos tomat bahan praktekku." Mely tersenyum lega.

"Apa aku sangat menakutkan?" Suara Nety gugup.

"Kau cantik." Aku terseyum melihat Nety yang tampak tersipu. "Hehe ...,bisa aku minta lolypop yang dimulutmu?"

"Tadi kau katakan mulutku berlumuran darah ..., kau jahat!" Nety merajuk.

"Ada apa dengan kau Jak? Kau aneh pagi ini?" Andika mencoba menengahi aku dan Nety.

"Dia nonton film horor sampai larut malam!" Bagus menyela.

"Ayo ceritakan, aku ingin tahu ..., mengapa kau separonoid ini?"

"Dua malam ini aku nonton film seram dengan teman satu kos, tidak satu kamar hanya satu kosan saja!"

"Yang satu kamar denganmu itu aku!" Bagus angkat bicara.

"Ok, lanjutkan!" Andika penasaran.

"Setiap selesai nonton aku tidak bisa langsung terlelap, aku tidak tahu mengapa aku tidak bisa melupakan cerita film yang aku tonton. Karena aku merasa kurang tidur dan sangat ngantuk, tadi pagi aku minum multivitamin milik Bagus."

"Sebentar! Apa aku tidak salah dengar? Kau minum multivitamin milikku? Haha ... Kau ini sungguh aneh, kau tidak bisa membedakannya? Itu bukan multivitamin Jak! Yang kau minum itu halusinogen, kau harusnya bertanya dulu sebelum menelannya, huh! Kau ini menyebalkan!"

"Apa kau bilang?! Kau yang menyebalkan! Dari mana kau dapatkan benda itu? Tentu saja aku tidak tahu dan tidak menduganya!" Jak dengan nada kesal.

"Seeeeeet! Berhenti bertengkar dan kau Bagus kau harus membuang jauh-jauh benda itu sebelum engkau terbunuh oleh benda itu, ok!!!" Andika menengahi. Sambil melirik pada pak Madi yang beranjak mendekati kami.

"Huh! Ini sangat menyebalkan, kukira aku begini karena efek buruk dari film horor, ternyata efek salah minum multivitamin, hingga membuat aku mual dan muntah!" Aku menggerutu sangat sebal.

"Jak, kau harusnya tahu ..., keduanya berefek buruk untukmu, kau terlalu terbawa alur cerita yang menyeramkan dan diperburuk lagi oleh karena kau telah menelan halusinogen yang kau anggap multivitamin ..., untuk kedepannya berhati-hatilah!" Bisik Andika.

"Jak, kau tidak apa-apa? Untuk hari ini kau boleh pulang dan beristirahatlah dulu di rumah, hingga kesehatanmu pulih benar, nanti Andika yang memberitahu guru kelasmu. Bagus, kau antar Jak pulang ya!" Kata pak Madi memberi instruksi kepada kami.

"Baik pak." Andika, Bagus dan aku seperti di komando menjawab dengan serempak.

"Ayo Nety dan Mely masukklah kekelasmu masing-masing, kalian sudah tertinggal dua jam mata pelajaran hari ini."

"Permisi pak." Suara Mely dan Nety hampir bersamaan.

"Silahkan!" Pak Madi meninggalkan ruangan UKS.

T A M A T
If You Enjoyed This, Take 5 Seconds To Share It

21 comments:

  1. mungkin benar apa yang di katakan Bagus, si Jak ini terlalu banyak berhalusinasi.., ya saking banyaknya halusinasi, perasaan takut yang terus menghantui si Jak ini hingga membuat ia seperti orang yang kena depresi..


    "Prang!!!!!!" cepetan lari Gus, itu ada kepala melayang-layang" jawaban dari salah satu komentator yang sedang menyela.., haha

    komentar sore kurang kopi nich.!! he.he.he

    ReplyDelete
    Replies
    1. jadi kepikiran deh! ini cerita dibuat sang admin juga kurang kopi, cerita kebut kesulitan untuk mengeksekusinya haha

      boleh deh ngopi bareng waktu

      Delete
  2. Jak..jak.. Baru melihat hantu saja sudah takut begitu..!
    Coba mampir kerumah saya jak, tiap malam ngopi bareng dengan para hantu.. 😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. weh peliharaannya banyak ya? Mungkin dengan ngopi bareng hantu dapet deh plotnya ih nggk ah takut

      Delete
  3. lah, cerita awalnya dimana bun?
    cerita misteri ini, atau gara-gara obat ni bun?
    lanjuuut

    ReplyDelete
    Replies
    1. awalnya terlalu ambisi membuat cerita horor, ditengah-tengah kok ngos-ngosan sendiri
      😂 kurang bahan

      Delete
    2. harus banyak nonton film horo dulu bun, untuk referensi inspirasi selanjutnya :)

      Delete
  4. Replies
    1. haha untung nggak over dosis, halah lumayan buat latihan, sekalian melemaskan jari

      Delete
  5. Grazie mille per il pensiero,ti auguro una buona settimana:)).
    Baci
    Rosy

    ReplyDelete
  6. Mungkin kalau bacanya tengah malam bisa merinding ini saya. 😀

    ReplyDelete
  7. Mungkin kalau bacanya tengah malam bisa merinding ini saya. 😀

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha, bacanya sambil ngopi pagi ya ...., jad lucu, haduh malu saya nih ☺️

      Delete
  8. ya ampun, salah obat jadi parah gitu ya Mbak. Nggak2 deh minum obat sembarangan, ngeriii

    ReplyDelete
  9. Weleh ternyaa akibar salah minum obat.
    Kirain lihat hantu betulan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. mirip dengan mang Djangkaru kalau komentar suka salah minum obat

      Delete
  10. kalau kata sayah mah mang jak dasarnya penakut, jadinya yang jadi hantu seneng banget nggodain pikirannya dengan rasa takutnya

    ReplyDelete
  11. Ti ringrazio per essere passata e per il pensiero gentile:)).
    Ancora una bellissima settimana:)).
    Baci
    Rosy

    ReplyDelete
    Replies
    1. grazie per averci seguito e accolgo con favore l'amicizia con te

      Delete
  12. Gak mau baca ah kalau yang horor-horor, takut gak bisa tidur ntar. Hehhe

    ReplyDelete

Terima kasih untuk kehadirannya di blog Maya salam hangat dan persahabatan selalu