Tuesday, November 8, 2016

Menyimpan Keluh Memendam Rindu

9 comments
Biarkan aku berdamai gulita
Kala hening menyelinap tersipu
Menemaniku bercumbu bayangmu
Karena rindu tak mungkin bertemu

Biarkan aku menikmati mimpiku
Kala daun berbisik di ranting yang gemulai
Dibuai lembut usap sang bayu
Bagai tarian jiwa di gelapnya malam

Biarkan aku di gelapnya hutan cemara
Disana cintaku dalam gulana
Dalam gelap meraba sentuhan rasa
Karena tak kumiliki lentera

Hingga gulita perlahan menepi
Fajar menyingkap gelap semesta
Kusapa mentari pagi
Menyimpan keluh memendam rindu
Raga berselimut lara di ujung nestapa

Masih seperti hari lalu
Dermaga ini kering tanpamu
Camar merendah menyapa piluku
Debur ombak meninggalkan pantai
Kembali tergugu dikeheningan pagi

Kutatap langit berawan
Warna hitam tiada cerah
Masih berselimut kabut nestapa
Kemana rindu kutitipkan
Wangi bunga tak kudapatkan

Bukan aku tak cinta
Hanya mampu menyimpan rasa
Rahasia dengan sejuta cerita
Biarkan kureguk semua hanya untuknya
Karena bahagia bagimu itu yang utama
Sedangkan aku hanyalah seonggok rasa
Kini cintaku telah terbelenggu dalam satu jiwa
Yang lahir dari rahim karena cinta
Halus dan mudah terluka

Bukan tak ingin mencium wangi bunga
Bersama madunya manis yang tercipta
Bahkan putik ini hampir mekar karenanya
Kala kau cumbu bayang asmara Tersemat rindu wahai arjuna

Biarlah aku hanya memuja
Karena aku tak berdaya
Melihat kesedihan diraut wajahnya
Sungguh ini diluar inginnya
Biar kutapaki jalan berbatu
Diantara debu rindu menghampiriku
Andai terjatuh kutakkan mengeluh
Kutahu doamu mengiringiku
Biarkan aku terperangkap pilunya rindu





_______________________________________




If You Enjoyed This, Take 5 Seconds To Share It

9 comments:

  1. Kenapa tak sharing saja padaku
    Lepaskan keluhmu padaku agar rindumu tak lagi terpendam
    Bukankah kita bersaudara, nenekmu dan nenekku sama-sama seorang nenek hehee

    ReplyDelete
  2. Tidak usah bingung klau g tau mau menitip rindu pada siapa mbak,
    Sekarang sudah ada GOOGLE, jadi kita tak perlu lagi bertanya pada rumput-rumput yang bergoyang.
    Dan semenjak adanya FACEBOOK kita sudah tidak perlu menitipkan rindu pada awan yang berarak di atas sana.
    Dan semenjak adanya TWITTER manusia jadi lebih banyak berkicau dari pada burung.

    ReplyDelete
  3. Tak ada kata bisa ku ucap
    Tiada ungkapan tergambar kan rasaku
    Duhai kekasih hati..

    Gelora dada membuncah akanmu
    Andai aku bisa Kan kuraih dikau dengan segala daya
    Kuikat hatimu pada ikatan suci
    Mengarungi samudera hidup penuh misteri

    Namun diri mengerti diri
    Terlalu tinggi angan bermimpi.

    Takkan beranjak rasaku
    Terpikat senyum dan syair jiwamu
    Sungguh dikau duhai puan penebar rindu
    Tatkala sayap kukepak
    Tanpamu hari terasa kelu meski tak kuat menatap binarmu
    Aurora rindu telah bersemayam di kalbu.

    ReplyDelete
  4. Jangan hanya sekedar pemuja, buktikan kalau cinta itu ada di hati anda.
    Jangan hiraukan resah di dada yang akan membuat diri tak nyaman.
    Gapailah cinta itu, agar diri tak terseksa olehnya.

    ReplyDelete
  5. Cinta...
    Banyak yang menyebut namanya. Namun tak satupun mengerti maknanya :)

    ReplyDelete
  6. Puisi yang indah penuh makna

    ReplyDelete
  7. Memendam rasa itu tidak baik, solusinya hanya satu !
    Keluarkan..! Bisa lewat tulisan ataupun teriakan di pinggir laut 😂

    ReplyDelete
  8. Eh'hemmmmm..... Balasan puisi darias Jeni kayak ada rasa manis²nya. Hahaha

    Menimpan keluh, memendam rindu.
    Wahhhh.. Bisa tumbuh jadi jerawat tuh, kalau gak segera diungkapkan. Wkwkwkwk

    ReplyDelete
  9. Hidup ini
    Adalah keindahan
    Dialah yang memberimu luka
    Dialah yang memberimu kemegahan

    Tersenyumlah sedikit untuk lukamu
    Karena disitulah keindahan
    Yang membuat kemegahan
    Dihati dan jiwa

    Senyumlah
    Teruslah tersenyum
    Sampai senyumanmu
    Akan menjadi air mata

    Mari
    Balut luka
    Dengan sedikit senyum kita
    Mari
    Tumpahkan air mata
    Diatas gelas yang tersedia
    Mari
    Bersulang kasih diatas meja

    Hidup ini,
    Penuh warna cinta
    Lihatlah
    Cinta telah tampak dikedai rasa
    Tuang dikit lagi
    Inilah keindahan kita..... 😀

    ReplyDelete

Terima kasih untuk kehadirannya di blog Maya salam hangat dan persahabatan selalu