Sunday, October 30, 2016

Puisi Keraguan : Kala Semua Kian Samar

10 comments





Puisi Keraguan : Kala Semua Kian Samar

Aku berdiri di sini
Di keheningan senja
Yang kian meremang
Diantara desah semilir angin
Yang membuatku tersisih
Dan semakin jauh dari jangkaumu

Burung camar yang melayang
Menepis buih di pantai
Butiran pasir yang tersibak ombak
Iramanya yang kadang menyentak
Bagai genderang menabuh pilu
Rindu yang tak mungkin bertaut

Walau kadang resah
Berusaha membuka tabir tanya
Pada jelaga kegelisahan hati
Yang menari pada perigi naluri

Gita rindu yang bersemayam
Terangkai indah membingkai rasa
Dari bahasa kalbu yang tak terurai
Kala semua kian samar

Kasih telaga hati ini mampu menampung rasa dalam kebisuan
Akan makna cinta yang terangkum
Menanti saat menjabarkan kata-kata

Mungkin kelopak asmara merekah
Kala rindu datang menerpa
Tapi pupus kala senja menghilang
Binar mata ini hanya sendiri

Akankah lepas dari genggaman
Mana mungkin terus berharap
Riak prahara telah bergulung dan pecah
Mengigil diguyur keraguan

Denting waktu menjadi menakutkan
Karena cinta menjadi pertanyaan
Dan alasan untuk pembenaran
Hingga ragu untuk melangkah
Kala semua kian samar
Sebuah kejujuran yang kerap meragukan

Apa yang mesti aku lakukan
Saat gejolak rindu menyengat hati
Sedang bintang tak lagi bersinar
Dan bercengkrama hanya karena iba

If You Enjoyed This, Take 5 Seconds To Share It

10 comments:

  1. Ku telusuri jejak jejak bisu masa lalu
    Diantara bangku kusam ku berdiri menatap merahnya cakrawala

    Lelah aku di senja ini...
    Tersungkur aku di senja ini...
    Membisu aku di senja ini...

    Ingin ku berlari mengejar hangat pagi
    Namun waktu belum merestui......

    Selamat malam,ijin follow blognya. Jika berkenan boleh follback 😀

    ReplyDelete
  2. Di malam yang hitam ini
    Aku sendiri meringkuk memegang lutut
    Termenung aku di ambang lelah
    Menanti pagi yang segera mengetuk

    Malam ini begitu sunyi terasa
    Aku hanya sendiri memandang bulan
    Melihat bahwa di sana seseorang melihat bulan yang sama
    Meski nyata jarak memisah

    Malam ini begitu sunyi terasa
    Disini hanya ada sebilah rindu
    Menemaniku hingga terlelap
    Mencari celah di ujung rasa

    Malam ini begitu sunyi terasa
    Bintang di langit menjadi kekasih sunyi
    Dan bulan akan selalu menjadi doa yang menemani hati
    Membantu kuat saat rapuh kian memakan.

    Kunjungan tengah malam sob...

    ReplyDelete
  3. Ampun dah puisitor puisitor ngumpul, aku mah apa atuh.. Pengen juga berpuisi tapi gimana caranya ya. Hehe!

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  5. Selamat pagi,..
    Pagi. Nama yang kelak boleh kuberi.
    Jika untuk bersamamu harus kutenun waktu, akan kutenun hingga meretas ambang batas, karena kamu satu dari alasan-alasanku mengapa harus bernafas.

    Seperti hanya ketika kamu ada disebelahku, kala itu eden penuh wewangian seketika mudah aku angankan.
    Seketika kala aku hanya sendiri dalam sunyi, bahkan hanya membayang indah violeh ungu, aku tidak mampu.

    Kamu yang membuat cahaya menyilaukan menjadi teduh di tatapan.
    Kamu yang membuat bingar hingar, menjadi lentik di dengar.
    Jika aku kelabu, pasti kamu yang mampu merubahku menjadi terang biru.

    Serumpun kunang melukis kabut malang, hingga lunglai lemah duduk bersimbah lelah.

    Aku bisa bilang apa?
    Karena itulah cara mereka.
    Dan manis sajak-sajak berbaris, adalah cara mengobat rindu : padamu si langit biru.

    Apakah kamu tahu, dalam diamku ada kamu menari-nari di anganku?

    Itu sama seperti butir gula pasir, yang hadir memaniskan teh dalam cangkir.
    Seperti tiba-tiba purnama kala aku merindukan kilau cahaya.

    Selamat pagi.., ngopi yukk!! hehe.

    ReplyDelete
  6. Setiap insan pasti memiliki keraguan dalam menemukan arti sebuah kejujuran. Tidak semudah itu menemukan kebenaran yang hakiki. Butuh keyakinan yang kuat dan jalani prosesnya setahap demi setahap, sampai kebenaran itu hadir bersama sang waktu..

    ReplyDelete
  7. Syahdu sekali saat membaca puisi ini. Apalagi bacanya malam-malam begini. Seolah bintang merayu dan mengajak keluar untuk bersenandung. Mengusir dan enyahkan ragu. Bagaimanapun bintang tidak pernah ingkar dengan sinarnya.

    Haruskah masih ragu.

    ReplyDelete
  8. Kala semua kian samar, maka bawalah lilin atau senter biar padang (terang) biar langkah tidak terhalang.
    Hhehe,,

    ReplyDelete
  9. Kala senja kian meremang
    Risau resah mendera hati yang gamang.

    Akankah esok bahagia 'kan kujelang?
    Ku harap mentari 'kan bersinar terang
    Menerangi kalut hati yang kian gamang.

    Ahayy.... samar samar kulihat cahaya terang
    Namun hati dipenuhi keraguan.
    Cahaya apakah itu gerangan?
    Oh ... Ternyata cahaya senter orang nyuloh walang. Wkwkwk

    ReplyDelete

Terima kasih untuk kehadirannya di blog Maya salam hangat dan persahabatan selalu